• 021 756 0536
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Focus Group Discussion : ”Membangun Ekosistem Inovasi untuk Mewujudkan Industri Enzim di Indonesia”

Focus Group DiscussionAccordion Title Konsumsi enzim di industri cenderung meningkat seiring dengan makin meningkatnya jumlah dan ragam indusri yang menggunakannya. Pemenuhan kebutuhan enzim ini hampir 100% dari produk enzim impor yang diperkirakan mencapai 8.000 ton pada tahun 2020 dengan pertumbuhan volume rata-rata 4 – 6% per tahun. Mayoritas enzim yang diimpor merupakan enzim untuk aplikasi di industri seperti industri pangan, kulit, pulp dan kertas, tekstil, pakan dan detergen. Kehadiran industri enzim di Indonesia tentunya sangat diharapkan dapat membantu mengurang produk enzim impor tersebut. Dalam rangka mewujudkan industri enzim tersebut, maka  BPPT menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Membangun Eksosistem Inovasi untuk Mewujudkan Industri Enzim di Indonesia” yang diselenggarakan di Hotel Santika Ice BSD City pada tanggal 19 Desember 2019.

Kegiatan FGD ini melibatkan berbagai narasumber dari kalangan akademisi/perguruan tinggi, lembaga litbang, pemerintah dan dunia usaha/mitra industri antara lain LIPI, Gabungan Produsen Makanan Ternak (GPMT), PT. Sadya Balawan, PT. Pachira Distrinusa, Politeknik STT Tekstil Bandung dan Kementerian Perindustrian. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat digali dan diperoleh berbagai masukan dan ide/gagasan yang dapat memperkaya wawasan ekosistem inovasi dari aspek kesiapan teknologi, pasar, regulasi dan kebijakan yang dibutuhkan untuk mewujudkan industri enzim ke depan.Kegiatan FGD ini menyajikan 2 (dua) sesi yang membahas isu menarik tentang industri enzim sebagai pendukung sektor komersial (sesi pertama) dan kesiapan teknologi, bisnis dan kebijakan pemerintah untuk membangun ekosistem yang kondusif bagi terwujudnya industri enzim di Indonesia (sesi kedua). Dalam kesempatan tersebut, Direktur Pusat Teknologi Bioindustri, Asep Riswoko menyampaikan bahwa FGD ini sebagai forum diskusi untuk menggali ide dan gagasan yang dapat menghasilkan langkah dan terobosan kongkrit untuk mendorong terwujudnya industri enzim. Kemajuan suatu bangsa didukung oleh inovasi dan bukan sumberdaya alamnya sehingga ekosistem inovasi perlu dibangun dan diperkuat untuk mewujudkan industri enzim nasional dengan melibatkan kemitraan dengan instansi/lembaga terkait dan dunia usaha/industri, tegas Soni Solistia Wirawan, Deputi Bidang TAB di sela-sela membuka kegiatan FGD tersebut. Turut hadir dalam acara tersebut, Ardi Matutu Pongtuluran (Ka.Biro HKH), perwakilan pusat di lingkungan Deputi Bidang TAB dan staf PTB. Konsumsi enzim di industri cenderung meningkat seiring dengan makin meningkatnya jumlah dan ragam indusri yang menggunakannya. Pemenuhan kebutuhan enzim ini hampir 100% dari produk enzim impor yang diperkirakan mencapai 8.000 ton pada tahun 2020 dengan pertumbuhan volume rata-rata 4 – 6% per tahun. Mayoritas enzim yang diimpor merupakan enzim untuk aplikasi di industri seperti industri pangan, kulit, pulp dan kertas, tekstil, pakan dan detergen. Kehadiran industri enzim di Indonesia tentunya sangat diharapkan dapat membantu mengurang produk enzim impor tersebut. Dalam rangka mewujudkan industri enzim tersebut, maka  BPPT menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Membangun Eksosistem Inovasi untuk Mewujudkan Industri Enzim di Indonesia” yang diselenggarakan di Hotel Santika Ice BSD City pada tanggal 19 Desember 2019. Kegiatan FGD ini melibatkan berbagai narasumber dari kalangan akademisi/perguruan tinggi, lembaga litbang, pemerintah dan dunia usaha/mitra industri antara lain LIPI, Gabungan Produsen Makanan Ternak (GPMT), PT. Sadya Balawan, PT. Pachira Distrinusa, Politeknik STT Tekstil Bandung dan Kementerian Perindustrian. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat digali dan diperoleh berbagai masukan dan ide/gagasan yang dapat memperkaya wawasan ekosistem inovasi dari aspek kesiapan teknologi, pasar, regulasi dan kebijakan yang dibutuhkan untuk mewujudkan industri enzim ke depan.Kegiatan FGD ini menyajikan 2 (dua) sesi yang membahas isu menarik tentang industri enzim sebagai pendukung sektor komersial (sesi pertama) dan kesiapan teknologi, bisnis dan kebijakan pemerintah untuk membangun ekosistem yang kondusif bagi terwujudnya industri enzim di Indonesia (sesi kedua). Dalam kesempatan tersebut, Direktur Pusat Teknologi Bioindustri, Asep Riswoko menyampaikan bahwa FGD ini sebagai forum diskusi untuk menggali ide dan gagasan yang dapat menghasilkan langkah dan terobosan kongkrit untuk mendorong terwujudnya industri enzim. Kemajuan suatu bangsa didukung oleh inovasi dan bukan sumberdaya alamnya sehingga ekosistem inovasi perlu dibangun dan diperkuat untuk mewujudkan industri enzim nasional dengan melibatkan kemitraan dengan instansi/lembaga terkait dan dunia usaha/industri, tegas Soni Solistia Wirawan, Deputi Bidang TAB di sela-sela membuka kegiatan FGD tersebut. Turut hadir dalam acara tersebut, Ardi Matutu Pongtuluran (Ka.Biro HKH), perwakilan pusat di lingkungan Deputi Bidang TAB dan staf PTB.Konsumsi enzim di industri cenderung meningkat seiring dengan makin meningkatnya jumlah dan ragam indusri yang menggunakannya. Pemenuhan kebutuhan enzim ini hampir 100% dari produk enzim impor yang diperkirakan mencapai 8.000 ton pada tahun 2020 dengan pertumbuhan volume rata-rata 4 – 6% per tahun. Mayoritas enzim yang diimpor merupakan enzim untuk aplikasi di industri seperti industri pangan, kulit, pulp dan kertas, tekstil, pakan dan detergen. Kehadiran industri enzim di Indonesia tentunya sangat diharapkan dapat membantu mengurang produk enzim impor tersebut. Dalam rangka mewujudkan industri enzim tersebut, maka  BPPT menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Membangun Ekosistem Inovasi untuk Mewujudkan Industri Enzim di Indonesia” yang diselenggarakan di Hotel Santika Ice BSD City pada tanggal 19 Desember 2019. Kegiatan FGD ini melibatkan berbagai narasumber dari kalangan akademisi/perguruan tinggi, lembaga litbang, pemerintah dan dunia usaha/mitra industri antara lain LIPI, Gabungan Produsen Makanan Ternak (GPMT), PT. Sadya Balawan, PT. Pachira Distrinusa, Politeknik STT Tekstil Bandung dan Kementerian Perindustrian. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat digali dan diperoleh berbagai masukan dan ide/gagasan yang dapat memperkaya wawasan ekosistem inovasi dari aspek kesiapan teknologi, pasar, regulasi dan kebijakan yang dibutuhkan untuk mewujudkan industri enzim ke depan.Kegiatan FGD ini menyajikan 2 (dua) sesi yang membahas isu menarik tentang industri enzim sebagai pendukung sektor komersial (sesi pertama) dan kesiapan teknologi, bisnis dan kebijakan pemerintah untuk membangun ekosistem yang kondusif bagi terwujudnya industri enzim di Indonesia (sesi kedua). Dalam kesempatan tersebut, Direktur Pusat Teknologi Bioindustri, Asep Riswoko menyampaikan bahwa FGD ini sebagai forum diskusi untuk menggali ide dan gagasan yang dapat menghasilkan langkah dan terobosan kongkrit untuk mendorong terwujudnya industri enzim. Kemajuan suatu bangsa didukung oleh inovasi dan bukan sumberdaya alamnya sehingga ekosistem inovasi perlu dibangun dan diperkuat untuk mewujudkan industri enzim nasional dengan melibatkan kemitraan dengan instansi/lembaga terkait dan dunia usaha/industri, tegas Soni Solistia Wirawan, Deputi Bidang TAB di sela-sela membuka kegiatan FGD tersebut. Turut hadir dalam acara tersebut, Ardi Matutu Pongtuluran (Ka.Biro HKH), perwakilan pusat di lingkungan Deputi Bidang TAB dan staf PTB.


© 2019 Design by Pusat Manajemen Informasi & Bioindustri - BPPT