• 021 756 0536
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

KERJASAMA JOINT LAB ON BIOTECHNOLOGY UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN BISNIS DAN EKONOMI


BPPT telah menandatangani kerjasama (Implementing Agreement) dengan Zhejiang University pada tanggal 23 April 2019 tentang Joint Research dan Technology Transfer for Herbal Medicines, Biospesticide and Enzyme Development. Kerjasama ini merupakan implementasi dari program/kegiatan kerjasama Joint Lab on Biotechnology yang menjadi salah satu program kerjasama G to G antara Menristekdikti dengan Ministry of Science and Technology China (MOST-China) dimana BPPT dan Zhejiang University telah ditunjuk oleh masing-masing pemerintah sebagai institusi pelaksana (implementing institution)

 

Pelaksanaan kerjasama ini berlangsung selama 3 (tiga) tahun yaitu 2018 – 2020 dengan fokus pada kegiatan joint research dan transfer technology dengan melibatkan universitas, lembaga litbangjirap dan mitra industri. Ada 4 kegiatan (project) yang telah disepakati untuk digarap bersama antara lain :

- Transfer teknologi feed enzyme (Phytase) dan Pengembangan Industri Enzim

- Pengembangan biopestisida mikroba untuk penyakit tanaman kelapa sawit

- Formulasi senyawa aktif untuk meningkatkan bioavalibility produk Curcumin

- Ekstraksi dan standarisasi produk Dragon blood

- Riset pengembangan senyawa aktif dari produk/bahan alami

 

Dalam kerjasama ini telah dibangun platform kerjasama kemitraan B to B antara mitra industri Indonesia dan China untuk mendukung hilirisasi teknologi/produk yang dihasilkan oleh kerjasama ini. Mitra industri dari kedua pihak (Indonesia and China) telah menandatangani kerjasama (Letter of Intent) dengan topik terkait sebagai berikut :

 

1. PT. Pachira Distrinusa dengan Qingdao Vland Biotech Group Co. Ltd.   

Vland Biotech merupakan salah satu industri bioteknologi besar di China dengan kompetensi bisnis berupa produk enzim, probiotik, biofertilizer dan kesehatan hewan. Berbagai macam enzim dihasilkan untuk aplikasi di industri seperti pulp dan kertas, tekstil, biodiesel, pangan dan pakan. Dengan kapasitas produksi sekitar 1000 ton per hari, menjadikan Vland Biotech sebagai salah satu produsen enzim terbesar di China. Diperkirakan ada sekitar 20 industri enzim besar dan kecil yang beroperasi di China sedangkan di Indonesia sendiri belum ada satupun industri enzim komersial yang hadir untuk memenuhi kebutuhan industri nasional.

 

Kebutuhan enzim untuk industri di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 7000 ton per tahun dengan pertumbuhan volume sekitar 4 – 6% per tahun. Dari jumlah tersebut diperkirakan 40 – 50% adalah enzim untuk pakan (feed enzymes) yaitu Phytase. Hampir semua industri pakan menggunakan enzim Phytase ini dan kebutuhannya akan cenderung meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Industri pakan nasional menghasilkan pakan sekitar 19.4 juta ton pada tahun 2018. Berdasarkan data produksi dibutuhkan antara 1 – 2 kg enzim untuk memproduksi 1 ton pakan (0.1 – 0.2%), sehingga diperkirakan ada potensi kebutuhan enzim pakan sekitar 3880 ton per tahun dengan nilai mencapai 272 miliar. Potensi pasar ini tentunya sangat prospektif dan diharapkan dapat mendorong pengembangan industri dalam negeri.

 

Berdasarkan hal tersebut, maka BPPT telah menjalankan peran intermediasi yaitu melakukan rintisan kerjasama B to B antara PT. Pachira Distrinusa dengan Vland Biotech dengan fokus untuk membangun industri enzim berikut transfer teknologinya dengan produk pertama yaitu feed enzyme (Phytase). Saat ini BPPT dan PT. Pachira Distrinusa sedang melakukan Market Test untuk mendapatkan gambaran respon pasar dan prospek bisnis enzim Phytase ini. Hasil uji pasar ini akan digunakan untuk menyusun studi kelayakan dan rencana bisnis (business plan) untuk mendukuing pertimbangan dibangunnya sebuah industri enzim di Indonesia. Teknologi produksi Phytase dari Vland Biotech akan dtransfer dan diinkubasi di fasilitas pilot plant yang ada di Laptiab-Serpong dan dilakukan trial/pengujian teknologi phytase tersebut sebelum dilakukan produksi komersial di lingkungan pabrik/industri yang sebenarnya yang akan dibangun oleh PT. Pachira Distrinusa. Konsorsium BPPT, Pachira dan Vland Biotech diharapkan dapat mengakselerasi terwujud dan hadirnya industri enzim nasional pertama di Indonesia.

 

2. PT. Nudira Sumberdaya Indonesia dengan Zhejiang Conba Pharmaceutical Co. Ltd.

Sedangkan untuk pengembangan obat herbal, juga telah dinisiasi kerjasama antara PT. Nudira Sumberdaya Indonesia dengan Zhejiang Conba Pharmaceutical Co. Ltd. dengan fokus pada pengembangan teknologi ekstraksi, produksi dan komersialisasi produk berbasis Dragon blood dengan melibatkan BPPT dan Zhejiang University. PT. Nudira Sumberdaya Indonesia adalah perusahaan nasional yang memiliki kompetensi bisnis di bidang penyediaan produk-produk berbasis agrikultura untuk kebutuhan dalam negeri dan ekspor, salah satunya melakukan ekspor Dragon blood ke China melalui Malaysia atau Singapura. Sedangkan Zhejiang Conba Pharmaceutical merupakan sebuah perusahaan farmasi nasional China dengan peringkat 40 besar dalam industri farmasi nasional dan 10 besar dalam industri obat China dengan fokus bisnis pengembangan dan produksi obat herbal. Dragon blood banyak dibutuhkan karena mengandung senyawa aktif yang potensial untuk dikembangkan dan digunakan sebagai obat herbal dan TCM. PT. Nudira memiliki kemampuan menyediakan/mensuplai Dragon Blood ke China dengan kapasitas 1 – 10 ton/bulan. Menurut informasi, harga Dragon blood grade A mencapai USD 700 – 1000 per kg dan grade D sekitar USD 50 – 60 per kg. Disepakati bahwa BPPT dan ZJU akan mengembangkan teknologi ekstraksi untuk meningkatkan kualitas bahan baku Dragon blood sehingga dapat memenuhi standar kualitas FDA China.

 

Keterlibatan mitra industri yang telah digagas tersebut di atas diharapkan dapat mendukung semangat hilirisasi atas hasil kajian teknologi (joint research) yang telah dilakukan oleh BPPT dan Zhejiang University dan memberikan dampak yang konkrit bagi pengembangan industry, bisnis dan ekonomi masyarakat. Kerjasama dengan Zhejiang Conba diharapkan dapat memangkas jalur bisnis yang tidak efisien dan cenderung merugikan pihak pengekspor serta ke depan dapat dikembangkan dan diperluas dengan produk bahan baku herbal lainnya yang dibutuhkan oleh Zhejiang Conba dengan sentuhan teknologi yang dapat meningkatkan nilai tambah bahan baku tersebut sehingga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

 

Sedangkan terkait produk obat generic (generic drug) sedang dijajaki kemungkinan peluang kerjasama antara PT. Mersifarma Tirmaku Mercusana dengan Bio Sincerity Pharmaceutical Co. Ltd. yang memiliki kemampuan dan fasilitas pelayanan analisa senyawa aktif serta paten produksi bahan baku obat.

 

 

 

 

 


© 2019 Design by Pusat Manajemen Informasi & Bioindustri - BPPT