Kembangkan Zat Pemacu Klorofil, BPPT Teken Kerjasama Riset Dengan Petrokimia Gresik


Petro Agrifood Expo 2017 merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun PT Petrokimia Gresik yang saat ini menginjak usia 45 Tahun. Pada acara tersebut juga dilakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara BPPT dengan PT Petrokimia Gresik mengenai Pengembangan Zat Pemacu Klorofil (BioALA) untuk pertanian hortikultura.

Jadi ini salah satu hasil olahan Pusat Teknologi Bioindustri BPPT yang banyak menggali bagaimana mikroba itu bisa berfungsi, jadi subtitusi bahan kimia itu ada. Untuk kali ini fungsi BPPT itu salah satunya adalah untuk men-deliver hasil laboratorium, yang tentu nya ini tidak dapat disebut berhasil kalau cuma di skala laboratorium, demikian kata Deputi Bidang TAB BPPT Eniya Listiani Dewi pada acara Petro Agrifood Expo (PAE) 2017, di Gresik.

Lanjut Eniya, kali ini BPPT menghadirkan kerjasama mengenai pengembangan Zat Pemacu Klorofil (BioALA) adalah zat sejenis hormon pertumbuhan untuk pertanian tanaman pangan, ini sangat tepat dikerjasamakan dengan Petrokimia.

Eniya menambahkan, salah satu misi BPPT adalah mendukung kemandirian bangsa, ini upaya dari fungsi pemerintah dan juga masyarakat tentunya mendukung hasil-hasil produk dalam negeri.

Kemitraan antara BPPT dengan BUMN ini kita dorong untuk menjadi satu langkah nyata. Menurutnya, kerjasama dengan PT. Petrokimia Gresik merupakan bukti konkrit bahwa dunia industri telah memberikan kepercayaan dan respon positif terhadap produk teknologi yang telah dihasilkan oleh lembaga litbang untuk dikembangkan lebih lanjut pada skala komersial. 

Sementara, Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Nugroho Christijanto mengatakan kerja sama tersebut memperkuat posisi PG sebagai BUMN yang kuat dengan riset guna mendukung pengembangan tanaman pangan. Setidaknya setiap tahun kami selalu melakukan riset yang ujungnya untuk dikembangkan jadi produk pendukung tanaman pangan. Intinya kami komitmen untuk terus mengembangkan produk yang sesuai core business kita agri industri, papar nya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi para praktisi dunia pertanian, baik di sub sistem hulu, on-farm maupun sub sistem hilir serta menjadi ajang pertukaran informasi tentang teknologi dunia pertanian, kata Nugroho. (Humas/HMP)