Agustus 2015, Unit Produksi Enzim Skala Komersil Pertama Di Indonesia Siap Trial Produksi


Besarnya kebutuhan akan enzim di Indonesia, terutama bagi industri, mendorong BPPT melakukan berbagai upaya dalam pemenuhan enzim. Terlebih lagi, hampir 99 persen kebutuhan enzim untuk industri masih berstatus impor, dengan perkiraan nilai hampir sebesar Rp 187, 5 Milyar.

 

 

Pada Juli 2014 lalu, Kedeputian Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB) BPPT bersama dengan PT. Petrosida Gresik telah melakukan ground breaking pembangunan industri enzim Bio Center di Kawasan Industri Gresik (KIG), Gresik. “Pembangunan ini diharapkan akan mampu mengurangi ketergantungan enzim impor dan mengembangkan industri bioteknologi nasional,” ucap Kepala BPPT, Unggul Priyanto saat itu.

 

Untuk mendukung persiapan operasionalisasi unit enzim tersebut, Pusat Teknologi Bioindustri melakukan kegiatan pelatihan kepada staf teknis PT. Petrosida Gresik mulai tanggal 18 – 30 Mei 2015 dengan pembekalan materi baik yang bersifat teori maupun praktek.

 

“Kegiatan pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan ilmu dan pengetahuan tentang teknologi produksi protease dari hulu sampai hilir (up and downstream process). Diharapkan di akhir pelatihan peserta dapat menguasai dan menerapkan teknologi produksi protease di unit enzim Bio Center,” ungkap Edi Wahjono, Kepala Bidang Teknologi Produksi Biokatalis saat membuka pelatihan di PUSPIPTEK, Serpong (18/05).

 

Menurut Ruswandi, perwakilan dari PT. Petrosida Gresik, kegiatan pelatihan ini sangat dibutuhkan dan penting untuk menyiapkan tenaga teknis yang akan bertanggung jawab terhadap proses produksi dan operasionalisasi unit enzim Bio Center.

 

“Unit enzim ini kami rancang dengan kapasitas produksi 3 ton enzim cair/hari. Saat ini pembangunan sudah berjalan 80 persen dan siap melakukan trial produksi pada Agustus 2015 ini,” jelasnya.

 

Deputi Kepala BPPT Bidang TAB, Listyani Wijayanti, dalam kesempatan terpisah menjelaskan bahwa kegiatan  alih teknologi dalam bentuk pelatihan ini sangat strategis karena terkait dengan peran BPPT yaitu solusi dan intermediasi teknologi kepada industri untuk memanfaatkan sumberdaya dan hasil rekayasa teknologi yang ada di BPPT.

 

“Kedepan BPPT akan terus berupaya mendorong pencapaian inovasi dan layanan jasa teknologi dengan mengutamakan kemitraan dan semakin proaktif untuk merapat ke industri. Ini semua kami lakukan untuk mendukung pemanfaatan dan komersialisasi hasil rekayasa dan inovasi teknologi,” pungkasnya. (Humas)