BPPT dan PT RSUP Upayakan Tanam Hortikultura di lahan Sub-Optimal Masam


Sebagai tindak lanjut kerjasama antara Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan PT. Riau Sakti United Plantation (PT. RSUP), Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB BPPT), Listyani Wijayanti melaksanakan kunjungan ke PT. RSUP di Kabupaten Indragiri Hilir Propinsi Riau.

 

Menandai kunjungan tersebut, Deputi TAB dan Direktur Utama PT. RSUP, Tay Chiatung,  melakukan penanaman perdana tanaman hortikultura seperti Buah Naga, Lidah Buaya, dan Pepaya di lahan sub optimal masam.

 

Penanaman di lahan masam tersebut, diutarakan Listyani merupakan salah satu kajian yang dilakukan oleh tim perekayasa Pusat Teknologi Bioindustri (PTB-BPPT).  “PTB BPPT telah melakukan ujicoba aplikasi konsorsia mikrob pada lahan sub optimal masam sejak tahun 2011. Hal ini dilakukan dengan pemanfaatan limbah kulit nanas dan air kanal yang sangat masam (pH rendah), sebagai media tumbuh konsorsia mikrob,” jelasnya pada kunjungannya minggu lalu.

Sebagai informasi, pemanfaatan limbah kulit nanas, membantu PT. RSUP dalam mengatasi permasalahan limbah yang selama ini memerlukan biaya yang cukup besar untuk menanganinya. Aplikasi pupuk konsorsia mikrob BPPT pada lahan budidaya tanaman nanas di tahun 2012 dan 2014 membuktikan tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga meningkatkan prosentasi grade buah nanas terbaik sebesar 31%.

Dari hasil analisa secara ilmiah didapatkan bahwa aplikasi konsorsia mikrob dapat memperbaiki kesuburan lahan sub optimal masam melalui peningkatan pH tanah, sehingga berpengaruh terhadap peningkatan ketersediaan hara dalam tanah yang sangat diperlukan oleh tanaman.

Selanjutnya ke depan dalam kerangka kerjasama BPPT dengan PT. RSUP, akan dilakukan peningkatan skala (scale up) produksi konsorsia mikrob untuk menangani limbah kulit nanas sebesar 30 hingga 60 ton per hari secara bertahap, dan pupuk konsorsia mikrob yang dihasilkan akan diaplikasikan tidak hanya untuk budidaya nanas, tetapi juga buah naga, lidah buaya dan pepaya. Di samping itu, juga akan dilakukan uji efektifitas senyawa pemacu biosintesa klorofil, yaitu 5-Aminolevulinic Acid, yang diproduksi oleh mikrob, terhadap peningkatan produksi buah nanas.

Selanjutnya pengembangan pupuk konsorsia microb dan aplikasinya pada tanaman hortikultura akan melibatkan penduduk setempat di sekitar PT. RSUP, sehingga  diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. (Humas)